Engkau Tetap Sahabatku

Mungkin aku tidak selalu ada untukmu kawan
Mungkin aku sering berkilah bila kau mulai terlihat manja
Mungkin aku mengabaikan setiap keluh kesahmu
Mungkin aku jarang atau enggan menyapa
Maaf jika ku hanya mampu berkata
Karena engkau adalah pelaku utama
Namun seribu kata yang kuucap
Hanya menjadi buih jika pun kau abaikan
Maaf jika ku membelakangi
Hanya ingin melihatmu menjadi kokoh
Dan lemahmu, biar Tuhan saja yang tahu
Kau tahu, bisa jadi lemahku lebih besar
Maaf jika ku mengabaikan
Karena aku bukan makhluk sempurna
Tak selalu kau dapati aku bahagia
Meski sedih jua tak ku tampilkan
Maaf jika kau merasa sepi
Sedang aku masih bergelar seorang kawan
Aku adalah si khilaf
Jangan hakimi keterbatasanku
Maaf, karena aku bukan Tuhan
Aku bisa menyakitimu
Dan kau bisa menyakitiku
Maaf, karena aku bukan Tuhan
Jadikan saja aku yang kedua
Jika kau terpuruk pilu
Biar aku menjadi tanganNya
Yang semoga bisa menyembuhkan luka
Namun…
Kau tak bisa bersandar padaku
Kau mungkin akan kecewa
Bila kau merasa jenuh
Jauhilah aku secukupnya
Bila kau merasa benci yang mendalam
Ingatlah tawa kita bersama
Kita adalah warna
Dunia indah yang berbeda
Duka dan bahagia
Biarlah singgah pada hati yang tenang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s